Gak Bangun Lagi…

Tulisan ini saya tulis dan saya poskan di blog lama saya kurang lebih duapuluh hari sebelum beliau meninggal. Hampir setahun yang lalu….

Orang dengan muka yang sudah uzur ini jadi artis fenomenal akhirnya. Sejak kemunculannya beberapa tahun lalu dilyar kaca televisi-televisi lokal, masih bayak orang yang belum tahu banyak tentang Mbah Surip. Termasuk juga aku.
Awalnya, emang agak canggung dan sanksi dengan penampilan Mbah Surip. Bahkan mungkin lebih tepatnya sinis. Kala itu video klipnya di putar di salah satu televisi lokal Jogja, atau mungkin TVRI. Lagunya apa, aku juga kurang ingat. Tapi jika tidak salah, itu salah satu singgle nya dalam album Barang Baru. Judulnya juga Barang Baru. tentu dengan penampilan, gaya dan kekeh yang sama dengan penampilannya saat ini. Namun lagu-lagunya masih ber_genre reggae campuran dangdut. Mungkin baru beberapa orang saja yang tahu dan suka dengan lagu-lagunya saat itu.
Lelaki tua dengan nama asli Urip Ariyanto ini konon katanya adalah gelandangan. Orang yang hidup dengan menggelandang. Lahir di Jerman, Jejer Kauman, Magersari, Mojokerto, Jawa Timur. Bertahun-tahun dia bergabung dengan komunitas seniman di Jakarta. Diantaranya di Wapres Bulungan, TIM, dan Pasar Seni Ancol.
Banyak cerita nyleneh tentang kehidupannya. Salah satunya, mengaku jika ia pernah kuliah di jurusan geologi Univesitas Petra Surabaya. Lantas, iapun bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filiphina dan Singapura. Bahkan konon ceritanya, lagu Tak Gendong diciptakannya saat dia sedang di bawah jembatan Golden Gate, San Francisco sekitar tahun 1986. Mbah Surip juga mengaku jika ia merupakan lulusan master filsafat dengan gelar Master of Business Administration (MBA) dari salah satu universitas. Hebat kali orang ini.
Soal asal mula rambut gimbalnya pun, ada beberapa versi. Salah satu versinya, dia didandani oleh para seniman Ancol supaya tampil beda untuk album perdana Ijo Royo-royonya. Rambutnya di siram cat, kemudian dipilin dengan benang wol, yang sampai sekarang masih ada. Versi lain, rambut itu dipilin dan di panaskan pada pelat senk di atas kompor minyak.

Sejak menggelandang hingga kini, konon sudah lebih dari 200 lagu ia ciptakan. Tujuh buah album telah ia lansir sejak 1998. Album terdahulunya, ia jual sendiri di depan toilet Ancol dan Blok M. Album terakhir menjadi album yang paling laris dan paling top dibanding album sebelum-sebelumnya. Kenapa bisa demikian? Ini menjadi wacana baru pula pada industri musik Indonesia kini. Dia bisa menggempur larisnya lagu-lagu bergenre melayu yang sempat mengundang berbagai cibiran beserta pro-kontranya.
Nylenehnya perkembangan musik Indonesia, ternyata masih kalah nyleneh dengan kehidupan dan perjalanan musik Mbah Surip. Ketika sebagian besar orang mengatakan bahwa ia pengikut Bob Marley yang menganut kebebasan berkespresi, dia sendiri malah menolaknya. Bahkan dia bilang jika dirinya malah nggak tau kalo musik yang dimainkannya bernama reggae.
Benar atau salah mengenai hal-hal di atas, yang tahu hanyalah Mbah Surip dan Tuhan semata.Terlepas dari itu, semoga kehadiran Mbah Surip di kancah jagat hiburan Indonesia, bisa memberi warna baru di televisi kita yang akhir-akhir ini hanya berisi berita murahan, gosip, penipuan dan berbagai pembodohan lain. Karna tak ada lagi nampaknya band yang mengusung tema selain cinta lawan jenis. Membosankan dan memuakkan.
Lanjutkan Mbah Surip!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s