Adikarto, Kabupaten Kecil Pinggir Pantai Selatan


Adikarto, nama wilayah yang kini langka disebut. Merupakan bagian dari wilayah Kadipaten Pakualaman Yogyakarta. Wilayah Adikarto terletak bagian selatan yang kini merupakan wilayah kabupaten Kulon Progo. Berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan, Sungai Progo di sebelah timur, Kali Bogowonto di sebelah barat, dan Kabupaten Kulon Progo di sebelah utara.
Bagi kelangsungan Kadipaten Pakualaman, Adikarto memiliki peran penting. Wilayah ini menjadi wilayah terluas dari keseluruhan Kadipaten Pakualaman. Sedang wilayah di pusat Kadipaten Pakulaman (sekeliling kadipaten) hanya kecil saja. Mungkin masih lebih kecil dari wilayah dalam beteng Kraton Yogyakarta. Ini menjadi unik, karena antara pusat pemerintahan (Kadipaten Pakualaman/kota) dan Adikarto yang menjadi satu-satunya wilayah kekuasaan terpisah jauh. Jumlah penduduk pun jauh lebih banyak di Adikarto dari pada wilayah kota. Antara Adikarto dan Kadipaten Pakualaman dipisahkan oleh wilayah kekuasaan Kraton Yogyakarta dan berjarak lebih dari 20 Km.
Mengenai sejarah terbentuknya, Adikarto yang juga terkenal dengan sebutan Karang Kemuning, sebelumya merupakan wilayah Kraton Ngayogjokarto. Tanah Pakualaman merupakan hadiah dari Gubjen Raffles Kepada pangeran Notokusumo yang dianggap berjasa. Dan berdirilah Kadipaten Pakualaman sebagai pecahan dari Kraton Ngayogjokarto yang berdiri sendiri. Namun demikian Pangeran Notokusumo (PA I) harus menyepakati politik kontrak yang dibuat oleh Gubernur Inggris pada 17 Maret 1813. Politik kontrak ini pula yang mengatur wilayah dan berbagai tunjangan dari Gubernemen Inggris untuk Pakualaman.
Dilihat dari keadaan alamnya, wilayah Adikarto ini tidak terlalu menguntungkan. Di bgian utara meliputi wilayah pegunungan, dan bagian selatan merupakan dataran rendah, banyak terapat rawa, atau tanah basah. Potensi yang ada dari wilayah ini yaitu pertanian dan perkebunan. Namun untuk dalam pertanian, wilayah ini memiliki kendala karena sering dilanda banjir. Akibat kiriman air dari wilayah bagian utara.
Aset penting yang ada di wilayah Adikarto ini yaitu pabrik gula sewu Galur, yang merupakan satu-satunya pabrik gula yang berada di wilayah Pakualaman. inilah yang mendukung majunya perkebunan tebu di Adikarto. Selain tebu, beberapa perkebunan juga tumbuh di wilayah ini, seperti rosela, nila dan tembakau. Dampaknya, kepadatan penduduk Adikarto semakin padat karena banyaknya pendatang. Baik pribumi sebagai buruh, maupun Orang asing sebagai pemilik modal. Perdagangan bekembang pesat di wilayah Brosot sebagai kota, yang hingga kini masih tampak sisa kejayaannya.
sejak meleburnya kembali Pakualaman kepada Kraton Ngayogjokarto, Adikarto secara administratif masuk kedalam wilayah kabupaten Kulon Progo. Sejak saat itu nama Adikarto tidak lagi digunakan, karena telah dipecah menjadi beberapa kecamatan. Kini, nama Adikarto pun tak pernah terdengar lagi.

(Dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s