Sekelumit Hamengku Buwono IX


Dalam catatan sejarah Republik ini, nama Sri Sultan HB IX mungkin masih kalah tenar sama Bung Karno, Bung Hatta, atau bung-bung yang lain. HB IX sendiri, kalau kita mau meruntut catatan sejarah, adalah penjamin masih berdirinya republik ini. Bukan saya membela lho, tapi itu faktanya. Kalo Bung Karno (awas! bukan Bung Karni), masih hidup, saya yakin dia akan setuju dengan pendapat saya itu. Banyak fakta-fakta soal republik terkait HB IX yang belum diungkap. Atau mungkin memang tidak akan pernah diungkap. Salah satunya soal serangan umum 1 Maret.
Tidak diungkapnya beberapa fakta dari sejarah republik yang berkaitan dengan diri HB IX sendiri bukan karena alasan politis atau apa. Apalagi jika dikaitkan dengan masalah RUUK yang masih ngambang sampai kini. Hanya satu tujuannya, yaitu untuk tetap menjaga kesatuan NKRI. HB IX tidak menginginkan apa yang telah dilakukannya untuk republik ini menjadi hal yang diperhitungkan atau bahkan diperdebatkan. Istilah jawanya “sing uwis yo uwis”.
Sultan HB IX menurut saya adalah sosok yang luar biasa. Tidak ada sosok pemimpin republik ini yang bisa seperti beliau, bahkan hingga sekarang. Memiliki wibawa, berkharisma, intelek, dan yang penting adalah agamis. Beliau pernah mengajak rakyat Yogyakarta untuk berpuasa ketika pusat kota Yogyakarta menghadapi kepungan tentara Belanda. Alhasil, Nagari Ngayogjokarto Hadiningrat masih berdiri kokoh hingga kini. Sifat agamis beliau tak perlu diragukan, karena secara hisrtoris Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat berperan besar dalam perkembangan agama Islam di Jawa khususnya Jawa Tengah.
Ada satu judul “kekudangan” (lagu ketika menimang bayi) yang seakan memproyeksikan masa depan HB IX. Lagu ini dicipta oleh HB VIII untuk “mengudang” Raden Dorojatun. Berikut liriknya:

Eii, ya Sayidi
Risang noto
Kaping sanga katon
Ngadeg noto
Cara kuna
Panjang yuswo
Dadi tumbaling nagoro

kurang lebihnya jika dialih bahasakan ke bahasa Indonesia:

sang pemimpin
ke sembilan
memerintah
dengan cara kuno
panjang umur
jadi tumbalnya negara

Dari lagu kekudangan ini seakan Raden Dorojatun sudah diproyeksikan oleh sang ayah menjadi pemimpin besar yang siap berkorban apa pun demi negara. Baik Ngayogjokarto Hadiningrat maupun NKRI.

Sumber lagu : http://makhabatullah.blogspot.com/2012/03/sholawat-jawa-for-ngayogyakarta-serambi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s