Syi’ir Tanpo Waton Bukan Karya Gus Dur?

Akeh kang apal Qur’an Haditse,

Seneng ngafirke marang liyane,

Kafire dewe dak digatekne,

yen isih kotor ati akale..

 

Penggalan syi’ir diatas tak asing lagi dikalangan pecinta sholawat di Indonesia, bahkan di luar negeri. Syi’ir ini dipopulerkan oleh almaghfurlah Gus Dur. Lantas orang mengidentikkan syiir ini dengan Gus Dur, dan berkesimpulan bahwa syiir tanpo waton adalah karya beliau. Termasuk saya sendiri tentunya.
Syiir ini memang dahsyat, dengan kedalaman makna yang luar biasa. Ringan tapi menusuk. Bisa dibilang MENOHOK. Namun tak dinyana, siapa sangka, ternyata syiir ini bukan karya Gus Dur, melainkan karya salah seorang Kyai dari Kriyan, Mojokerto. Siapakah beliau? Yups, beliau adalah KH. Nizam As Shofa.
KH. Nizam As Shofa sendiri merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darul Shofa Wal Wafa yang berada di Tanggul, Wonoayu, Krian, Mojokerto. Beliau termasuk pengikut thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah. Syiir tanpo waton yang beliau ciptakan selalu dilantunkan dalam majelis-majelis mujahadah dan thoriqohnya. Hingga akhirnya Syiir ini dikenal oleh banyak jamaah dan lantas sering pula dilantunkan oleh Gus Dur dalam berbagai majelis.
Lebih banyak informasi tentang syiir Tanpo waton dan KH. Nizam As Shofa bisa anda baca di majalah TEBUIRENG edisi Januari 2012. Salah satu pesan KH Nizam : “Monggo melahirkan jiwa Muhammad dan mewujudkan “pakartining Gusti”. Jiwa Muhammad suka hal2 positif.

Sumber: Kultwit Gus Sholah @gus_Sholah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s